Senin, 20 Mei 2013

TANGGAPAN MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN ALAMI (TEKANAN ATMOSFER DAN ANGIN, AIR DAN MAKANAN)


1.      Tekanan Atmosfer dan Angin
Haldane (1931) memberikan rincian mengenai proses penyesuaian diri terhadap iklim (aklimatisasi) terhadap tempat – tempat yang tinggi. Sakit pegunungan sering diderita oleh mereka yang bergerak dengan relatif cepat dari tempat – tempat permukaan laut sampai suatu ketinggian yang lebih dari 3.000 meter dan tinggal disana untuk beberapa jam. Ini disebabkan terutama untuk mengurangi kejenuhan oksigen pada darah urat nadi. Aklimatisasi terhadap tekanan oksigen yang rendah dilakukan dengan cara yang berbeda – beda. Pertama, darah menjadi bertambah kaya dengan Haemaglobin. Hal ini cenderung untuk memelihara tekanan oksigen yang lebih tinggi, tidak didalam darah urat nadi itu sendiri tetapi di dalam jaringan (tissue) yang merupakan hal penting. Persentase Haemoglobin dalam darah juga bervariasi terbalik dengan tekanan oksigen apabila hal itu bertambah diatas normal, suatu kenyataan yang mengilustrasikan dengan sangat jelas hubungan antara struktur dan fungsi. Sumsum tulang dimana sel – sel darah merah dihasilkan, menjadi hubungan didalam struktur pada tempat tinggi karena darah itu sendiri berubah struktur.
Faktor kedua didalam aklimatisasi, menurut Haldane adalah penambahan yang nyata didalam nafas. Tetapi hasil perpindahan karbondioksida yan berlebihan membuat darah dan jaringan menjadi alkalin. Terhadap kondisi ini ginjal merespons dengan memindahkan secara bertahap apa yang sekarang berlebihan alkali dari badan. Hasilnya, keadaan tekanan yang lebih rendah dari karbon dioksida didalam udara paru paru, dan tidak sesuai dengan penambahan ventilasi paru – paru dimungkinkan dengan tidak menjadikan daerah suatu alkalin. Sebagai akibat tekanan oksigen yang bertambah didalam paru – paru membantu menghalang – halangi berkurangnya kejenuhan oksigen pada haemoglobin.
Faktor ketiga ialah sebagai penghasil ransangan yang berasal didalam jaringan, dinding kapiler paru paru ulai secara aktif memisahkan oksigen kedalam darah dan secara bertahap menjadi lebih efisien karena kebiasaan. Pemisahan oksigen secara aktif ini analog dengan pemisahan secara aktif yang terjadi di dalam bermacam – macam  kelenjar.
Masih ada lagi faktor dalam aklimatisasi yang muncul sesudah “exposure” panjang untuk merendahkan tekanan atmosfer. Jaringan otak dan bagian – bagian lain dalam beberapa hal menjadi toleran terhadap tekanan rendah oksigen yang tidak biasa dalam urat nadi. Oleh karena itu penduduk atau penghuni lama pada daerah – daerah yang tinggi memperlihatkan kebiruan yang jelas pada kulit, dan sesuai dengan itu, tekanan oksigen urat nadi yang rendah, meskipun tetap dalam keadaan sehat.
Pengaruh angin, terutama angin pembawa hujan secara luas berkaitan dengan iklim pada umumnya. Meskipun demikian, jika mau dipisahkan, angin tinggi berpengaruh kuat secara fisiologik dan psikologik yang sulit ditentukan secara akurat. Angin yang panas dan kering dari tipe Fohn berhembus pada musim – musim tertentu sepanjang tahun di daerah – daerah pegunungan. Udara yang turun dari tingkatan yang lebih tinggi ke daerah yang lebih rendah menjadi terpanaskan secara cepat sementara suhu naik sampai melebihi 37,8 derajat Celsius (100F) didaerah bayangan hujan. Sekali lagi adalah sulit memisahkan pengaruh angin dan suhu.

2.      Air
Di dunia ini terdapat banyak air. Sehingga terkadang keberadaan air menjadi masalah bagi manusia. Banjir misalnya! “Tapi tahukah kita bahwa air memiliki banyak sekali manfaat? Kekurangan air dalam tubuh juga sangat berbahaya dan bahkan bisa berakibat fatal, kerena itulah kita perlu memenuhi cairan tubuh dengan cara mengkonsumsi air sesuai kebutuhan tubuh sehingga air yang kita konsumsi akan menjadi suatu obat yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit”.
 Air merupakan bagian penting untuk kehidupan, sebagian besar tubuh kita terdiri dari air, tanpa air manusia akan mengalami dehidrasi dan lebih cepat mati dibandingkan tanpa makanan. Air berfungsi untuk mentransportasi mineral, vitamin, protein dan zat gizi lainnya ke seluruh tubuh. Keseimbangan suhu tubuh akan sangat tergantung pada air, karena air merupakan pelumas jaringan tubuh sekaligus bantalan sendi-sendi , tulang, dan otot. Kebutuhan air untuk manusia dalam sehari minimal sebanyak 8 gelas, yang diperlukan untuk kelancaran proses metabolisme di dalam tubuh.
Mengkonsumsi air secara cukup dapat meningkatkan fungsi hormon, memperbaiki kemampuan hati untuk memecah dan melepas lemak, serta mengurangi rasa lapar. Sebaliknya, kurang air dapat menyebabkan konstipasi, infeksi saluran urin, terbentuknya batu ginjal, kelelahan, dan masalah-masalah seputar kulit, rambut, dan kuku. Di pasaran saat ini mulai bermunculan produk air kemasan baru yaitu air beroksigen. Sesungguhnya air, dari manapun sumbernya, yang sering diminum kebanyakan orang telah mengandung oksigen yang kadarnya sekitar 7 ppm. Air beroksigen telah diperkaya dengan oksigen melalui rekayasa teknologi sehingga mengandung O2 45 ppm – 80 ppm. Oksigen dimasukkan ke dalam air lewat suatu proses dengan menggunakan tekanan, seperti halnya ketika membuat minuman berkarbonasi (minuman ringan) yaitu dengan memompakan CO2 ke dalam air. Oksigen yang diserap melalui membran intestinal diklaim dapat meningkatkan imunitas dan memperbaiki sistem sirkulasi dalam tubuh. Oksigen juga akan melekat di butir-butir darah merah yang kemudian masuk ke dalam sel-sel tubuh manusia. Sebuah studi yang melibatkan 25 atlet pelari yang mengkonsumsi air beroksigen menunjukkan hasil positip. Sejumlah 83% dari pelari tersebut mempunyai performans prestasi yang lebih baik. Mereka menghemat waktu 31 detik dalam suatu lomba lari. (Khomsan, 2007)
Jika kecukupan konsumsi air tidak dipenuhi maka tubuh akan kekurangan air. Gejalanya antara lain berupa terasa kering di bagian tenggorokan. Pada anak kecil, hal ini bisa berakibat fatal. Dalam hal kekurangan minum sedikit saja namun berlangsung dalam jangka panjang, fungsi ginjal dapat dapat terganggu sehingga suatu ketika terbentuk kristal atau batu ginjal. Kekurangan cairan juga dapat menyebabkan konstipasi, infeksi saluran urin, kelelahan, dan berbagai masalah seputar kulit, rambut dan kuku.
v  manfaat air untuk tubuh manusia
 Dengan meminum air putih sebanyak delapan gelas per-hari, tubuh akan mendapatkan banyak keuntungan. Tapi ingat, minumlah air mineral atau air yang sudah matang untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Air yang masuk ke dalam tubuh dalam jumlah cukup, akan membantu menghilangkan sodium yang tak dibutuhkan dan mencegah infeksi urin atau Urinary Tract Infections (UTIs). Infeksi ini dapat menyebabkan tubuh menjadi dehidrasi. Sehingga meminum air yang cukup akan sangat membantu. Air juga dibutuhkan untuk membawa nutrisi dari darah ke janin dalam kandungan, sehingga dibutuhkan sekitar satu gelas air setiap jamnya. Efek lainnya, dengan banyak minum Anda tak hanya terhindar dari morning sickness, tapi kulit pun semakin terlihat sehat dan tidak mudah berjerawat. Selain itu, konsumsi air putih yang cukup membantu mencegah terjadinya konstipasi (sembelit) dan penyakit hemorrhoids. Jika kita mengkonsumsi kurang dari 8 gelas air putih per hari, efeknya secara keseluruhan memang tidak terasa. Tapi sebagai konsekuensi, tubuh akan menyeimbangkan diri dengan jalan mengambil sumber dari komponen tubuh sendiri. Di antaranya dari darah. Kekurangan air bagi darah amat berbahaya bagi tubuh. Sebab, darah akan menjadi kental. Akibatnya, perjalanan darah sebagai alat transportasi oksigen dan zat-zat makanan pun bisa terganggu. Darah yang kental tersebut juga akan melewati ginjal yang berfungsi sebagai filter atau alat untuk menyaring racun dari darah. Ginjal memiliki saringan yang sangat halus, sehingga jika harus menyaring darah yang kental maka ginjal harus kerja ekstra keras. Bukan tidak mungkin ginjal akan rusak dan bisa saja kelak akan mengalami cuci darah atau dalam bahasa medis biasa disebut hemodialisis.
Itu pengaruh kurang air terhadap kerja darah dan ginjal. Lalu bagaimana dengan otak? Perjalanan darah yang kental tersebut juga akan terhambat saat melewati otak. Padahal, sel-sel otak paling boros mengonsumsi makanan dan oksigen yang dibawa oleh darah. Sehingga fungsi sel-sel otak tidak berjalan optimal dan bahkan bisa cepat mati. Kondisi tersebut akan semakin memicu timbulnya stroke. Karena itu jangan sampai kekurangan air! Manfaat dan pengaruh air putih yang mungkin dapat kita jadikan acuan saat akan mengkonsumsi air putih, seperti yang dibawah ini:
1.      Memperlancar Sistem Pencernaan
Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.
2.      Air Putih Membantu Memperlambat Tumbuhnya Zat-Zat Penyebab Kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.
3.      Perawatan Kecantikan
Bila kurang minum air putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit.Untuk menjaga kecantikan pun, kebersihan tubuh pun harus benar-benar diperhatikan, ditambah lagi minum air putih 8 - 10 gelas sehari.
4.      Untuk Kesuburan
Meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Menurut basil penelitian dari sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika seseorang selalu mandi dengan air dingin maka peredaran darahnya lancar dan tubuh terasa lebih segar dan bugar. Mandi dengan air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus. Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Dengan begitu kesuburan serta kegairahan seksual pun akan meningkat. Selain itu jaringan kulit membaik, kuku lebih sehat dan kuat, tak mudah retak. Nah, buat yang malas mandi pagi atau bahkan malas mandi harus mulai dirubah tuh kebiasaannya
5.      Menyehatkan Jantung
Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran papas, usus, dan penyakit kewanitaan. Bahkan saat ini cukup banyak pengobatan altenatif yang memanfaatkan kemanjuran air putih.
6.      Sebagai Obat Stroke
Air panas tak hanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, tapi juga efektif untuk mengobati lumpuh, seperti karena stroke. Sebab, air tersebut dapat membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernapasan. Efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran. Kandungan ion-ion terutama khlor, magnesium, hidrogen karbonat dan sulfat dalam air panas, membantu pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah. Selain itu pH airnya mampu mensterilkan kulit.
7.      Efek Relaksasi
Cobalah berdiri di bawah shower dan rasakan efeknya di tubuh. Pancuran air yang jatuh ke tubuh terasa seperti pijatan dan mampu menghilangkan rasa capek karena terasa seperti dipijat. Sejumlah pakar pengobatan alternatif mengatakan, bahwa bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen. Ion negatif dalam aliran darah akan mempercepat pengiriman oksigen ke dalam sel dan jaringan. Bukan itu saja jika mengalami ketegangan otot dapat dilegakan dengan mandi air hangat bersuhu sekitar 37 derajat C. Selagi kaki terasa pegal kita sering dianjurkan untuk merendam kaki dengan air hangat dicampur sedikit garam. Nah, jika memilik shower di rumah cobalah mandi dan nikmati hasilnya. Konon, shower juga menghasilkan ion negatif.
8.      Menguruskan Badan
Air putih juga bersifat menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang, tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin. Mau kurus?, minum air putih saja.
9.      Tubuh Lebih Bugar
Khasiat air tak hanya untuk membersihkan tubuh saja tapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh. Kita mungkin lebih dapat bertahan kekurangan makan beberapa hari ketimbang kurang air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi tubuh manusia.
10.  Penyeimbang tubuh .
Jumlah air yang menurun dalam tubuh, fungsi organ-organ tubuh juga akan menurun dan lebih mudah terganggu oleh bakteri, virus. Namun, tubuh manusia mempunyai mekanisme dalam mempertahankan keseimbangan asupan air yang masuk dan yang dikeluarkan. Rasa haus pada setiap orang merupakan mekanisme normal dalam mempertahankan asupan air dalam tubuh. Air yang dibutuhkan tubuh kira-kira 2-2,5 l (8 - 10 gelas) per hari. Jumlah kebutuhan air ini sudah termasuk asupan air dari makanan (seperti dari kuah sup, soto), minuman seperti susu, teh, kopi, sirup. Selain itu, asupan air juga diperoleh dari hasil metabolisme makanan yang dikonsumsi dan metabolisme jaringan di dalam tubuh.  Nah, air juga dikeluarkan tubuh melalui air seni dan keringat. Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 liter per hari. Kalau jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 - 400 g/hari, kandungan aimya sekitar 60 - 90 % bobot tinja atau sekitar 50 - 60 ml air sehari. Sedangkan, air yang terbuang melalui keringat dan saluran napas dalam sehari maksimum 1 liter, tergantung suhu udara sekitar. Belum lagi faktor pengeluaran air melalui pernapasan. Seseorang yang mengalami demam, kandungan air dalam napasnya akan meningkat. Sebaliknya, jumlah air yang dihirup melalui napas berkurang akibat rendahnya kelembapan udara di sekitarnya. Tubuh akan menurun kondisinya bila kadar air menurun dan kita tidak segera memenuhi kebutuhan air tubuh tersebut. Kardiolog dari AS, Dr James M. Rippe memberi saran untuk minum air paling sedikit seliter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Pasalnya, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22 %! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu. Asal tahu saja, aktivitas makin banyak maka makin banyak pula air yang terkuras dari tubuh. Untuk itu, pakar kesehatan mengingatkan agar jangan hanya minum bila terasa haus Kebiasaan banyak minum, apakah sedang haus atau tidak, merupakan kebiasaan sehat! Jika berada di ruang ber-AC, dianjurkan untuk minum lebih banyak karena udara yang dingin dan tubuh cepat mengalami dehidrasi. Banyak minum juga akan membantu kulit tidak cepat kering. Di ruang yang suhunya tidak tetap pun dianjurkan untuk membiasakan minum meski tidak terasa haus untuk menyeimbangkan suhu.
11.  Membersihkan organ tubuh dari racun
12.  Mencegah bau badan yang tidak sedap karena efektif membersihkan racun dari tubuh.
13.  Sedangkan manfaat air yang lainnya adalah:Membuat tubuh jadi fit, membantu meningkatkan sistem ketahanan tubuh untuk melawan virus yang masuk, mencegah tubuh dari rasa lelah dan stress, bikin rambut sehat, indah, dan tidak kusam, wajah bebas jerawat dan noda dan terlihat lebih segar, mencegah timbulnya kerutan di wajah, menyalurkan gizi yang dibutuhkan tubuh ke otot dan tulang. Serta dapat menyembuhkan penyakit (sakit Kepala, Asma, Hosthortobics, Darah Tinggi, Bronchitis, Kencing Manis, Kurang Darah, TBC Paru-paru, Penyakit Mata, Rematik, Radang Otak, Pendarahan di Mata, Lumpuh, Batu Ginjal, Mata Merah, Kegemukan, Penyakit Saluran Kencing, Haid tidak teratur, radang/Sakit persendian, Kelebihan Asam Urat, Leukimia, Radang Selaput Lendir, Mencret, Kanker Peranakan, Gangguan Jantung, Disentri, Kanker Payudara, Mabuk, Pusing, Gamang, Ambeien, Radang Tenggorokan, Batuk, Sembelit).
v  Manfaat air untuk kehidupan manusia
Selain untuk keperluan minum/ kebutuhan tubuh itu sendiri, air juga berfungsi untuk kelangsungan hidup manusia dalam melaksanakan kegiatan sehari – hari. Adapun fungsi air dalam kehidupan manusia diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Sumber tenaga (energy)
misalnya untuk pembangkit listrik tenaga air dan sebagai sarana transportasi.
2.      Irigasi
Dengan demikian kita dapat melakukan berbagai usaha pertanian dan perkebunan.
3.      Perikanan Darat
Berbagai usaha produksi perikanan darat (seperti ikan mas, lele, belut, nila dan lainlain) dapat kita jalankan berkat adanya sistem perairan darat. Majunya usaha perikanan darat di samping meningkatkan penghasilan juga meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
4.      Sarana Transportasi
Contohnya untuk menghubungkan antara pulau dengan pulau di Indonesia
5.      Bahan baku industry
misalnya dalam memproduksi listrik tenaga air. Contoh lainnya PT. Inalum di Sumatera Utara memanfaatkan air sungai Asahan dalam proses produksi aluminiumnya.
6.      Rekreasi
Waduk-waduk, rawa, danau ataupun sumber-sumber air panas merupakan tempat yang dapat kita jadikan sebagai sarana rekreasi yang menarik.
7.      Olah raga air
Sistem perairan darat dapat dimanfaatkan seperti renang, selam, kano dan lain-lain.
Berdasarkan manfaatnya yang sangat beragam dan vital bagi kehidupan tersebut, adalah tepat bila dikatakan bahwa manusia sebagai salah satu bentuk kehidupan di darat yang berevolusi secara kontinu dan memiliki hubungan pada suplai air secara berkala, karenanya manusia secara fisiologi dan ekologi tergantung pada sumberdaya air (Benes, 1990 dalam Kvet et al, 2002) untuk memenuhi kebutuhannya terhadap air dan kebutuhan hidup lainnya seperti pangan (dalam hal ini adalah pemenuhan protein hewani yang berasal dari ikan dan sejenisnya). Bila sebelum abad ke 20 kebutuhan manusia terhadap keberadaan sumber daya air masih bersifat terbatas pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan air dan makanan yang ada di dalam perairan, maka dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka pemanfaatan ekosistem perairan untuk memenuhi kebutuhan manusia pun ikut berkembang
3.      Makanan/ Pangan
Dalam banyak hal makanan merupakan faktor yang amat penting, atau mungkin terpenting dalm ekologi manusia. Manusia menghendaki makanan untuk persediaan energi yang diperlukan untuk bekerja, untuk proses metabolik yang berlansung didalam tubuhnya, untuk tumbuh, dan untuk menggantikan yang sudah dipakai dan yang rusak. Jumlah unit – unit energi yang diperlukan bervariasi dengan jumlah kerja yang dilakukan dan dengan berat badan, kira – kira 2.500 kalori sampai 4.000 kalori.  Zat makanan yang dikonsumsi termasuk karbohidrat, lemak, protein, garam mineral, vitamin dan air. karbohidrat, lemak dan protein merupakan sumber energi. Diukur menurut panasnya, 1 gram protein atau 1 gram karbohidrat, masing – masing menghasilkan 4,1 kalori panas, sedangkan 1 gram lemak menghasilkan 9,3 kalori. Protein dan lemak keduanya kurang begitu diperlukan di daerah panas daripada di daerah dingin. Karbohidrat merupakan makanan terbaik bagi kerja otot, tetapi di daerah yang amat dingin karbohidrat yang cukup, meskipun berguna, tidak dapat dicernakan untuk memelihara suhu badan. Sebab itu didaerah demikian lemak dan protein merupakan sumber makanan utama. Persediaan makanan perlu dicukupi, baik dalam mutu maupun jumlah.  Adanya vitamin juga penting bagi kesehatan. Vitamin A yang dapat melarutkan lemak, terdapat pada sayuran hijau, minyak ikan, susu, mentega dan telur. Vitamin B yang terdapat dalam berbagai seri rangkaian dan larut air, terdapat pada telur,  ragi, hati, ikan, kelapa dan berbagai macam padi dan gandum. Vitamin C terdapat dalam buah – buahan segar dan sayuran. Vitamin D, yang larut lemak, terdapat pada ikan, susu, mentega dan keju. Vitamin E terdapat pada biji – bijian, daun hijau dan jaringan hewan. Kekurangan vitamin A mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan malnutrisi, kekurangn vitamin B bisa kena beri – beri, kekurangan vitamin C bisa sariawan perut, kekurangan vitamin D penyakit tulang dan kekurangan vitamin E “Sterility”.
Perkembangan manusia bukan sekedar proses tumbuh dari janin menjadi dewasa dan lanjut usia, melainkan juga proses dinamis interaksi genetika, fisiologi dan ekologi yang mematangkan fungsi organ tubuh manusia (Johnston, FE et al 1999). Factor genetic, yang diberikan oleh sang pencipta sejak masa janin, berperan sebagai cetak biru (blue print) potensi perkembangan manusia. Factor fisiologi dan factor ekologi berperan sebagai wujud optimal kematangan fungsi atau kinerja organ tubuh manusia dalam mencapai potensi perkembangan.
Interaksi ketiga factor tersebut menentukan kemampuan manusia dalam bergerak, berfikir, berbahasa, berkomunikasi, beremosi, berseni, bergaul dengan alam dan kemampuan lainnya. Kemampuan – kemampuan ini mencerminkan kecerdasan manusia. Menurut Gardner, H (1992), kecerdasan adalah kemampuan seseorang merespon sesuatu, mengatasi masalah dan menyesuaikan diri dalam suatu lingkungan. Tanpa makanan dan gizi tidak mungkin tubuh manusia menjalani fungsi fisiologinya. Tidak mungkin manusia merespon dengan baik berbagai masalah dan perubahan ekologinya, untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup.
Gizi merupakan terjemahan dari nutrion, yang berasal dari bahasa latin nutr. Yang artinya to nurture (to nousish) atau to feed people properly. Secara sederhana, pengertian gizi mencakup zat gizi (nutrient) dan status gizi (nutritional status). Zat gizi merupakan komponen pangan yang bermanfaat bagi kesehatan (Mc Collum, 1957; insel et al, 2002). Secara klasik zat gizi dikelompokkan pada karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Bila kebutuhan tubuh akan zat gizi ini tidak terpenuhi, tubuh akan mengalami gangguan.
Menurut DHHS dan USDA (1989) suatu gizi adalah kondisi kesehatan tubuh seseorang sebagai akibat dari intik (komsumsi) zat gizi dan penggunaannya oleh tubuh. Menurut Gibson, RS (2005), status gizi seseorang dapat dinilai dengan menginterpretasikan hasil pengukuran dan pengamatan dari salah satu atau kombinasi empat cara berikut: intik gizi, fisik tubuh (antropologi), biomarker gizi (biokimia), atau pengamatan terhadap tanda atau gejala perubahan anatomi fisik tubuh (klinik)
Terkait dengan pengertian gizi tersebut olson RE (1978) memberikan definisi ilmu gizi secara sederhana sebagai ilmu tentang pangan dan hubungannya dengan kesehatan. Tim pakar perkembangan ilmu gizi Indonesia mendefinisikan ilmu gizi sebagai ilmu yang mempelajari zat – zat bermanfaat bagi kesehatan dari pangan dan proses yang terjadi pada pangan sejak dikomsumsi, dicerna, diserap sampai digunakan oleh tubuh, dan dampaknya terhadap pertumbuhan, perkembangan dan kelangsungan hidup manusia serta faktor – faktor yang mempengaruhinya (Hardinsyah, 2000).
Perkembangan ilmu gizi pada mulanya dipengaruhi oleh karya – karya besar ahli dibidang kedokteran, kimia, biologi, fisika dan matematika terutama pada abad ke-18 dan ke-19. Ilmu gizi yang mulanya berkembang pesat di eropa pada abad tersebut, selanjutnya berkebang pesat mulai awal abad 20 di Amerika Serikat, yang salah satunya ditandai dengan lahirnya American Dietatic Association (ADA) pada tahun 1917 yang berakar dari American Chemical Society. ADA lahir sebagai salah satu pengembangan dari American Home Economics Association (AHEA) yang lahir delapan tahhun sebelumnya. Sementara Amercan Society of Biologists and Chemists (ASBC) berkembang dan melahirkan American Institue of Nutrion (AIN) pada tahun 1933, dan American Society of Clinical Nutrion (ASCN) tahun 1960. ASBC dan AHEA lahir sebagai perkebangan American Chemical Society yang didirikan tahun 1876 (Olson RE, 1978), yang sebagian besar tokohnya adalah ahli kimia pertanian, termasuk ahli kimia pangan.
Memahami gizi tidak mungkin dilakukan tanpa memahami pangan sebagai bagian dari sistem ekologi, dan memahami pangan sebagai penyuplai utaa xat gizi sistem tubuh manusia. Pangan mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia. Pangan berdasarkan Undang – undang Pangan no 7 tahun 1996, diartikan sebagai segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi komsumsi manusia. Dalam hal ini termasuk bahan tambahan pangan (BTP), bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan dan atau pembuatan makanan atau minuman. Dari segi manfaatnya, pangan tidak hanya bermanfaat guna meenuhi kebutuhan fisiologis manusia untuk tubuh sehat, kuat dan cerdas, tetapi juga emenuhi kebuthan sosial, budaya dan ekonomi  masyarakat yang terkait erat dengan sistem ekologi.


a. Gizi Dalam Sistem Ekologi Manusia
            Mencermati paparan diatas tampak jelas bahwa gizi mempunyai dua dimensi. Dimensi pertama adalah gizi dari aspek anatomi (struktur dan bentuk tubuh serta organ tubuh) dan fisiologi (mekanisme kerja tubuh dan organ tubuh) yang merupakan bagian dari sistem tubuh manusia sebagia makhluk hidup. Dimensi kedua adalah gizi dari aspek pangan dan air, yang merupakan bagian dari sistem ekologi.
            Dimensi pertama dan dimensi kedua selalu terjadi dalam kehidupan manusia dan mengisi sistem ekologi manusia. Anatomi dan fisiologi yang merupakan bagian dari sistem tubuh manusia (Human system) turut dipengaruhi dan mempengaruhi sistem ekologi (ecology sistem). Seballiknya pangan dan air sebagia bagian dari komponen sistem ekologi juga turut dipengaruhi dan mempengaruhi manusia, dengan kata laiin, gizi merajut sistem fisiologi manusia dan sistem ekologi. Sistem tubuh manusia bersama sistem ekologi yang menentukan status gizi dan kesehatan manusia.
            Kekurangan atau kelebihan zat gizi akan menimbulkan gangguan, seperti sakit, kelesuan, gangguan pertumbuhan dan perkembangan (Gibson RS, 2005). Masing – masing kelompok zat gizi dan komponennya mempunyai peran yang spesifik dan berkaitan satu sama lain didalam tubuh. Meskipun demikian secara umum karbohidrat dan lemak berperan dalm menghasilkan energi (tenaga); protein berperan sebagai zat pembangun; vitamin, mineral dan air berperan sebagai zat pengatur. Kekurangan karbohidrat menyebabkan kekurangan tenaga. Kekurangan karbohidrat protein dan lemak enyebabkan gangguan pertumbuhan (sering disebut kurang energi dan protein – KEP). Sebaliknya kelebihan zat gizi makroini terutama karbohidrat dan lemak dapat menyebabkan kegemukan dan obesitas, yang menjadi jendela berbagai masalah penyakit kronik degeneratif. Kekurangan vitamin dan mineral dapat menimbulkan gangguan kesehatan, rentan mengalami infeksi, gangguan pencernaan dan nafsu makan, seta gangguan pertumbuhan dan perkembangan, termasuk gangguan kognitif. Kekurangan vitamin dan mineral masih menjadi masalah kesehatan masyarakat sampai saat ini adalah kurang vitamin A (KVA), Anemia Gizi Besi (AGB) dan Gangguan Akibat Kurang Iodium (GAKI). Kekurangan air dapat menyebabkan sulit kebelakang (konstipasi), dehidrasi dan gangguan metabolisme dan pertumbuhan.
Tabel 1. Beberapa indikator masalah gizi dan kesehatan di Indonesia
No
Masalah Gizi
Persen (%)
Sumber
1
Anemia Gizi Besi
a.      Pada anak balita
b.      Pada wanita usia subur
c.       Pada wanita hamil

47,0
26,9
40,1
SKRJ, 2001
2
Kurang vitamin A (Subklinis) pada anak balita
50,0
Survei Vit. A, 1992
3
Gangguan akibat kekurangan Iodium, total goiter rate pada anak sekolah

9,8
Survey GAKI nasional, 2008
4
Anak balita mengalami gizi kurang dan buruk (BB/U)
a.      Gizi kurang
b.      Gizi buruk

19,2
8,8
Susenas, 2005
5
Anak balita yang pendek dan sangat pendek (TB/U)
25,8
SKRT, 2004
6
Wanita mengalami kurang energi kronik (KEK)
17,6
Susenas, 2001 & 2002
7
Gizi lebih pada dewasa
a.      25-34 tahun
b.      35-44 tahun
c.       45-54 tahun
d.      55-64 tahun

19,1
25,8
25,3
16,6
SKRT, 2004
8
Gizi kurang pada dewasa
a.      25-34 tahun
b.      35-44 tahun
c.       45-54 tahun
d.      55-64 tahun

11,2
9,3
11,6
22,3
SKRT, 2004
9
Kesakitan (morbiditi
a.      Anak balita
b.      Total penduduk

27,0
15,7
BPS, 2006
10
Lama sakit (hari)
a.      Anak balita
b.      Total penduduk

4,7 hari
5,8 hari
BPS, 2006
11
Kematian (/1000)
a.      Anak bayi
b.      Anak balita

32
40
BPS, 2006

Masalah gizi tersebut (tabel 1) sangat beresiko dan banyak ditemukan pada anak balita, anak usia sekolah dan wanita terutama wanita hamil. Masalah gizi ini terjadi pada umumnya karena secara lansung disebabkan oleh komsumsi pangan yang kurang dan tidak seimbang serta gangguan penyakit yang senuanya berakar pada kemiskinan, ketidaktahuan dan faktor ekologi seperti kebijakan, pelayanan, lingkungan fisik dan sosial, serta teknologi yang tidak kondusif.
Zat gizi pada umumnya diperoleh manusia dari pangan (makanan dan minuman). Didalam tubuh pangan mengalami proses fisiologi yang rumit, seperti pencernaan dan penguraian menjadi zat – zat gizi yang kemudian diserap dan digunakan tubuh untuk menghasilkan tenaga, cairan tubuh, mmembentuk sel baru atau menggantikaan sel yang telah aus (metabolisme, penyerapan dan utikasi). Sisanya dibuang melalui mekanisme pembuangan udara, cairan dan padatan. Zat gizi berperan dalam semua subsistem anatomi dan fisiologi manusia yang saling berintteraksi dan kompleks dalam proses tumbuh kembang manusia, mencakup subsistem tulang, otot, syaraf, integumen (rambut, kuku dan kulit), jantung dan darah, pencernaan, endokrin (hormon), imunitas, reproduksi, respirasi dan urinari (Noreau D, 2002).
Bila tubuh manusia dianalisis, akan diperoleh 11 unsur kimia yang kandungannya sama atau lebih dari 0,1%, dari bobot tubuh, yaitu Oksigen (65%), karbon (18,5%), Hidrogen (9,5%), nitrogen (3,3%), Fospor (1,0%), Kalsium (0,5%), Potassium (0,4%), Sulfur (0,3%), Klor (0,2%), Sodium (0,2%) dan Magnesium (0,1%). Selain itu ada puluhan unsur sekelumit (trace element) yang dibutuhkan manusia untuk tumbuh kembang optimal dan sehat yang jumlahnya sangat sedikit tetapi esensisl (Insel P et al, 2002). Semua unsur kimia atau gizi tersebut termasuk unsur yang sedikit diperoleh manusia dari pangan, air dan udara yang merupakan komponen ekologi.
Dalam keadaan santai manusia bernafas 20.000 kali sehari (Barille PA, 1992), setiap kali bernafas sekitar setengah liter udara masuk kedalam paru – paru. Jadi setiap hari seseorang menhirup udara sekitar 10.000 liter dari lingkungannya. Kandungan oksigen di udara sekitar 20% berarti setiap hari dibutuhkan 2000 liter oksigen bagi setiap orang. Manusia kadang terlena kan pentingnya udara, salah satunya karena ketersediaannya banyak dan tidak bernilai ekonomi. Bayangkan bila salah satu komponen dekat manusia tidak ada atau menjadi benda ekonomi? sungguh akan sulit untuk manusia bertahan hidup.
Untuk hidup sehat dibutuhkan 40 dan 35 ml air per kg berat badan masing – masing bagi remaja dan dewasa; atau setara dengan 1,5 liter air bagi orang dewasa yang tidak melakukan kegiatan fisik berat (mengeluarkan keringat). Anak – anak membutuhkan 100ml air per kg berat badan. Keberadaan dan kualitas air juga ditentukan oleh kualitas lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Kualitas air dilingkungan yang kurang sehat dan padat pemukiman akan cendrung lebih jelek. Kualitas udara turut menentukan kualitas air hujan dan kualitas air yang digunakan manusia dan makhluk hidup lain dilingkungannya.
Rasa haus merupakan respon fisiologis terhadap lingkungan, pertanda tubuh kekurangan air dan segera minum. Keringat atau urin yang banyak keluaar juga merupakan respon fisiologis tubuh terhadap lingkungan. Dikala otot tubuh sangat aktif bergerak metabolisme meningkat pesat yang salah satu hasil sampingnya adalah air yang bisa dikeluarkan melalui kulit, pernafasan dan urin. Sebaliknya dikala kita berada di ruang AC atau pada suhu dingin, tubuh cenderung mengeluarkan air memalui urin untuk mengendalikan keseimbangan suhu tubuh dan suhu lingkungan. Oleh karena itu semakin banyak keringat dan urin keluar semakin mudah muncul rasa haus/ dahaga. Dahaga yang berkelanjutan sampai mengurangi lima persen air tubuh berakibat pada dehidrasi dan bila ini berlanjut akan berakibat fatal.

b. Pangan Dalam Sistem Ekologi Manusia
            pentignya pangan bagi tumbuh kembang dan pemeliharaan kesehatan telah lama dikenal dan dipercaya nenek moyang kita. Hipocrates yang hidup sekitar 500 tahun SM dianggap sebagai orang yang berjasa dalam mengajarkan manfaat makanan bagi kesehatan, meskipun saat itu gizi, zat – zat dalam makanan yang bermanfaat bagi kesehatan belum dikenal. Meskipun demikian pembuktian secara ilmiah baru banyak terungkap sejak awal abad 20 setelah pengetahuan tentang gizi semakin terungkap lebih rinci (McCollum, 1957)
            pangan merupakan bagian penting dari komponen ekologi manusia, karena setiap hari manusia berinteraksi dengan pangan melalui makan, minum dan bernafas. Suplai pangan bagi manusia sangat tergantung pada penerapan Iptek pertanian dan agribisnis pangan yang dipengaruhi oleh beragam faktor ekologi. Dalam pangan terkandung beragam zat gizi, yang jenis dan jumlahnya tergantung jenis pangn dan ekologi dimana pangan tubuh dan dibesarkan.
            Apapun alasannya manusia selalu membutuhkan pangan dengan jenis bahan pangan dan pengolahan yang beragam bergantung lingkungan fisik, sosial, budaya dan agama. Dari segi lingkungan fisik, jenis pangan yang digunakan manusia dipengaruhi oleh faktor suhu, musim, agroekologi, waktu akan seperti makan pagi, siang atau malam, dan sebagainya. Ketika musim dingin atau musim hujan anusia cenderung mengkonsumsi makanan yang hangat, mengandung lemak tinggi dan energi. Sebaliknya ketika suhu atau musim panas manusia cenderung mengkonsumsi pangan yang tidak panas, berkuah dan banyak sayur dan buah. Di agroekologi pantai, pemenuhan kebutuhan panggan penduduk sangat tergantung pada biota laut dan estuari dan di agroekologi pegunungan tergantung pada tanaman dan ternak.
            Lingkungan sosial mempengaruhi pilihan pangan yang disajikan atau dikonsumsi manusia, ada akanan keluarga, makanan pesta, sarapan, jajanan di sekolah dan lain sebagainya tergantung  nilai – nilai yang dianut. Dalam kaitannya dalam lingkungan budaya dan agama juga dikenal ada makanan khas acara adat dan keagamaan. Bahkan jenis makanan yang dikonsumsi juga ditentukan oleh karekteristik anatomi-fisiologi manusia. Sehingga ada akanan bayi yang tidak disukai oleh orang dewasa, ada makanan lansia yang tidak disukai remaja dan sebagainya.
            Produksi pangan ditentukan oleh kondisi agroekologi (jenis lahan, topografi, air, suhu dan iklim) dari wilayah produksi pangan serta sentuhan teknologi dan manajemen yang diberikan manusia. Indonesia memeiliki beraga agroekologi yang secara sederhana dapat dikelompokkan pada agroekologi pantai, daratan rendah, perbukitan dan daratan tinggi/ pegunununggan. Masing – masing daerah emiliki kebolehan dan kelemahan dalam menghasilkan pangan.
            Di indonesia dikenal sentra-sentra produksi pangan. Pada umumnya untuk tanaman pangan bertumpu di wilayah Indonesia bagian barat, terutama di Pulau Jawa. Selain minyak sawit dan gula, sentra produksi pangan utama Indonesia adalah di Jabar, Jatim dan Jateng. Sentra produksi minyak sawit adalah Suut dan Riau. Untuk komoditas gula juga termasuk Lapung selain di Jatim dan Jateng. Untuk sayur dan buah terasuk Sumut selain Jabar, Jateng dan Jatim.
            Pola kosumsi pangan penduduk bisa berbeda antara daerah dan kelopok budaya. Pada prinsipnya, jenis pangan yang dikonsusi anusia ditentukan oleh pangan yang di produksi atau tersedia dilingkungannya. Kebiasaan makan terbentuk karena interaksi manusia dengan lingkungan fisik, sosial budaya dan ekonomi manusia terutama dalam konteks keluarga dan masyarakat. Penduduk asli pengunungan di Papua mempunyai kebiasaan akan ubi jalar (batatas) sebagai makanan pokoknya yang dimakan daging hasil buruan. Sementara penduduk pantai Papua mempunyai kebiasaan makan sagu sebagai makanan pokoknya yang dimakan dengan ikan dan hasil laut lainnya. Masyarakat etnik jawa secara turun temurun sudah biasa engkonsumsi nasi dan tempe. Sebagian penduduk Indonesia di wilayah barat, di Jawa dan Sumatra mengkonsumsi nasi dan pangan karbohidrat lainnya sebagai sumber zat tenaga.
            Kebiasaan makan ini dapat berubah dala jangka panjang karena perbahan faktorlingkungan fisik, sosial budaya, ekonomi keluarga dan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi, peningkatan ekonomi keluarga, kemudahan akses pada berbagai jenis pangan hasil olahan industri termasuk fast foodi modern, serta gencarnya proposi dan daya tarik mengkonsumsi pangan tersebut telah mulai merubah perilaku dan kebiasaan makan penduduk Indonesia.
Lima puluh tahun yang lalu mie instan, minuman botol dan kemasan belum terjadi bagian dari budaya makan dan minum penduduk Indonesia. Saat ini makan mie instan dan minuman botol dan kemasan telah menjadi bagian dari kebiasaan makan dan minum penduduk Indonesia. Terutama lapisan menengah keatas dan wilayah kekotaan.  Sekarang telah tumbuh ratusan outlet fast foot modern  waralaba nasional dan Internasional di berbagai kota Di Indonesia, perubahan ini bisa berdampak positif dan juga bisa berdampak negatif.
      Secara ekonomi hal tersebut meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan peluang kerja bagi bangsa Indonesia. Namun bila bahan pangan yang digunakan sebagian besar menggunakan pangan inpor tentu memperlambat kebutuhan ekonomi petani Indonesia. Dari segi pelayanan juga berdampak positif karena meberikan kebutuhan sosial akan pangan, serta memperluas aneka pilihan bagi konsumen sehingga terbuaka peluang persaingan produsen secara sehat. Dilain pihak bila konsumen mengkonsusmsi pangan tersebut secara monoton dan berlebihan, sehingga dapat menimbulkan kelebihan lemak, kelebihan gula, kekurangan serat makanan dan peningkatan asam lambung yang dapat meningkatkan resiko berbagai gangguan kesehatan dalam jangka panjang.


DAFTAR PUSTAKA

Barille, PA. 1992. Breathing. Orbis Publising. London

Badan Pusat Statistik. 2006. Profil Kesehatan ibu dan Anak. BPS Jakarta

Departemen Kesehatan. 2003. Gizi dalam Angka. Direktorat Bina Gizi Masyarakat, Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat, Depkes. Jakarta

Departement of Health and Human Servises and united States Departement of Agriculture.  (DHHS and USDA. 1989. Nutrion Monitoring in the Unitet States. DHHS Publication. Washington Dc

Dewan ketahanan pangan. 2006. Kebijakan umum ketahanan pangan 2006 – 2009. Dewan ketahanan pangan. Jakarta

Gardner. H. 1992. Multiple Intelegence

mcCollum. 1957. A history of Nutrion. Hougton Miffin Company. Boston

Mohammad Hasan. 1988. Lansekap Alami dan Budaya: Suatu Pengantar Ekologi Manusia.  Direktorat Jenderal Pendidikan tinggi. Jakarta.

Soeryo Adiwibowo. 2007. Ekologi Manusia. Fakultas Ekologi Manusia Intitut Pertanian Bogor.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar